Makalah 2 Sistem Berorientasi Objek

Standar

SISTEM BERORIENTASI OBJEK

UML (Unified Modeling Language)

Tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar (Soft Skill)

Disusun oleh :

Dodi Maulana Firmansyah

1IA01

Teknik Informatika

Universitas Gundarma

 

Daftar Isi

Daftar Isi

Bab. I Pendahuluan

Bab. II Pembahasan

II.I Pengertian

II.II Konsep Dasar OO

II.III Bahasa Pemrograman OOP

II.IV Pengertian UML

II.V Diagram UML

Kesimpulan

Daftar Pustaka

Bab. I  Pendahuluan

            Sistem berorientasi objek (OOP) merupakan model dasar data berorientasi objek yang konsepnya lebih mudah dipelajari, dan untuk dikembangkan. Pada bulan Oktober 1994 Booch, Rumbaugh dan Jacobson, yang merupakan tiga tokoh  pelopor usaha penyatuan metodologi pendesainan berorientasi objek, dan sejak tahun 1996, Object Management Group mulai mengembangkan UML ( suatu bahasa yang digunakan untuk menentukan, memvisualisasikan, membangun, dan mendokumentasikan suatu sistem informasi) yang sebelumnya telah direalease dalam UML versi 0.8 pada tahun 1995

            Era tahun 1990 puluhan metodologi pemodelan berorientasi objek telah bermunculan di dunia. Diantaranya adalah: metodologi Grady Booch OOD (Object-Oriented Design), metodologi coad, metodologi Ivar Jacobson OOSE (Object-Oriented Software Engineering), metodologi Jim Rumbaugh OMT (Object Modeling Technique), metodologi shlaer-mellor, metodologi wirfs-brock, dsb.

UML dapat membuat berbagai macam jenis model aplikasi peranti lunak, yang dapat dijalankan di peranti keras, sistem informasi, dan jaringan lainnya. Seperti bahasa pemrograman lainnya, UML juga mendefinisikan notasi syntax bagaimana bentuk-bentuk notasi UML dalam berbagai diagram peranti lunak dapat dikombinasikan. dan UML kini mulai banyak digunakan oleh para praktisi OOP.

Bab. II  Pembahasan

 

II.I Pengertian OOP

Pemrograman berorientasi objek  / object oriented programming (OOP) adalah pembuatan suatu program yang diorientasikan dalam bentuk objek. Seluruh data dan fungsi didalam pemrograman ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur, setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.

II.II Konsep Dasar OOP           

            Konsep dasar dalam sistem berorientasi objek lebih ditekankan kedalam 5 konsep berikut :

–          Class (Kelas)

Class adalah kumpulan objek-objek yang mempunyai struktur umum, behavior umum, relasi umum, dan semantic (kata) yang umum. Pengelompokan class berdasarkan objek-objek dalam sequence diagram dan collaboration diagram. Sebuah class digambar seperti sebuah bujur sangkar dengan tiga bagian ruangan. Pemberian nama kelas sebaiknya menggunakan kata benda yang disesuaikan dengan kelompoknya.

–          Object (Objek)

Objek merupakan dasar struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek. Objek mengelompokkan data dan fungsi menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer.

–          Abstraksi

Kemampuan sebuah program dalam melewati proses untuk mendapatkan informasi dari suatu objek atau sistem. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

–          Enkapsulasi

Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak, hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

–          Polimorfisme melalui pengiriman pesan

Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan,  metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesan tersebut dikirim.

 

II.III Bahasa Pemrograman OOP

Bahasa pemrograman yang mendukung OOP antara lain:

  1. Visual Foxpro
  2. Java
  3. C++
  4. Pascal (bahasa pemrograman)
  5. Visual Basic.NET
  6. SIMULA
  7. Smalltalk
  8. Ruby
  9. Python
  10. PHP
  11. C#
  12. Delphi
  13. Eiffel
  14. Perl
  15. Adobe Flash AS 3.0

II.IV Pengertian UML

“UML adalah bahasa yang dapat digunakan untuk spesifikasi, visualisasi, dan dokumentasi sistem objek-oriented software pada fase pengembangan. UML merupakan unifikasi dari metode Booch, OMT, dan notasi Objectory, serta ide-ide terbaik metodologi lainnya seperti terlihat pada Gambar 1. Dengan menyatukan notasi metode-metode objek oriented tersebut, UML merupakan standar dasar dalam bidang analisis dan desain berorientasi-objek” (Quatrani, 1998).

Unified Modeling Language (UML) adalah sebuah bahasa pemodelan yang telah menjadi standar dalam industri software untuk visualisasi, merancang, dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak (Henderi, 2007: 4).

Bahasa Pemodelan UML lebih cocok untuk pembuatan perangkat lunak dalam bahasa pemrograman berorientasi objek (C , Java, VB.NET), namun demikian tetap dapat digunakan pada bahasa pemrograman prosedural (Ziga Turck, 2007).

II.V Diagram UML

UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek, yaitu:

–         Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis.

–         Conceptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.

–         Sequence Diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objects.

–         Collaboration Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects.

–         State Diagram untuk memodelkan perilaku objects di dalam sistem.

–         Activity Diagram untuk memodelkan perilaku Use Cases dan objects di dalam system.

–         Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas.

–         Object Diagram untuk memodelkan struktur object.

–         Component Diagram untuk memodelkan komponen object.

–         Deployment Diagram untuk memodelkan distribusi aplikasi.

Namun dari 10 diagram yang disediakan oleh UML, hanya 4 yang paling sering digunakan oleh pakar OOP, diantaranya :

–          Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan fungsionalitas dari sebuah sistem. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja, dan sebagainya.
Seorang/sebuah aktor adalah sebuah entitas manusia atau mesin yang berinteraksi dengan system untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan tertentu.

–          Sequence Diagram

Sequence Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan/menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa ”pesan/message”. Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan skrenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai sebuah respon dari suatu kejadian/even untuk menghasilkan output tertentu.

–          Collaboration Diagram

Collaboration Diagram adalah suatu diagram yang memperlihatkan/menampilkan pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek (seperti halnya sequence diagram) dan hubungannya terhadap yang lainnya. Collaboration Diagram lebih menekankan peran setiap objek.

–          Class Diagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.

Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.
Class memiliki tiga area pokok :
1. Nama (dan stereotype)
2. Atribut
3. Metoda

Tahap pengembangan sistem perangkat lunak didalam UML meliputi:

– Analisis Kebutuhan(Requirement Analysis)

– Analisis Sistem (Analysis)

– Desain (Design), Implementasi ( Implementation)

– Testing.

Kesimpulan

Sistem berorientasi objek adalah suatu bentuk program yang lebih diorientasikan dalam bentuk objek. Terdapat banyak bahasa pemrograman yang dapat digunakan dalam membuat OOP, dan UML adalah salah satu bahasa yang sering digunakan untuk membuat program dalam bentuk objek oleh para praktisi. Sejak tahun 90-an sudah banyak pakar yang mengembangan metode – metode mengenai UML, seperti Grady Booch, Ivar Jacobson, dan Jim Rumbaugh.

UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelisasi OOP, namun hanya ada 4 yang paling serig digunakan oleh para pakar , diantaranya Use Case Diagram untuk menggambarkan fungsionalitas dari sebuah system, Sequence Diagram untuk memperlihatkan/menampilkan interaksi-interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu, Collaboration Diagram untuk memperlihatkan/menampilkan pengorganisasian interaksi yang terdapat disekitar objek, dan Class Diagram untuk menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

http://id.wikipedia.org/wiki/UML

http://iratyasningrum-uml.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s