Makalah 3 Sistem Terstruktur

Standar

ANALISIS SISTEM TERSTRUKTUR

DFD dan ERD

Tugas Makalah Ilmu Sosial Dasar (Soft Skill)

Disusun oleh :

Dodi Maulana Firmansyah

1IA01

Teknik Informatika

Universitas Gunadarma

 

Daftar Isi

Daftar Isi

Bab. I Pendahuluan

Bab. II Pembahasan

II.I Pengertian Analisis Sistem Terstruktur

II.II Pengertian Data Flow Diagram

II.III Levelisasi DFD

II.IV Komponen – Komponen Pada DFD

II.V Syarat – Syarat pembuatan DFD

II.VI Pengertian Entity Relationship Diagram

II.VII Mendesain ERD

Kesimpulan

Daftar Pustaka

Bab. I  Pendahuluan

Sejak tahun 1990-an telah banyak bermunculan metode – metode yang diciptakan oleh para praktisi yang membantu membangun sebuah program dalam berbagai bentuk, dan metode – metode tersebut terus dikembangkan dan direvisi lebih lanjut agar lebih fleksibel dan dapat digunakan dalam dunia nyata.

Salah satu metodologi yang terus dikembangkan oleh para praktisi adalah metode membangun sebuah program dengan sistem terstruktur, metode ini dibangun secara struktur untuk membantu memproses penguraian secara detail sebuah program dalam bentuk alir data sehingga program tersebut dapat lebih mudah dipahami dan ditemukan solusi untuk memecahkan permasalahan dari program yang akan dibuat.

Oleh karena itu makalah ini disusun untuk menjabarkan tentang analisis sistem terstruktur dan jenis pemodelan – pemodelan yang dapat digunakan untuk membangun sebuah program dengan sistem terstruktur.

Bab. II  Pembahasan

 

II.I Pengertian Analisis Sistem Terstruktur

Definisi analisis sistem terstruktur adalah proses menguraikan sebuah program secara detail sehingga lebih mudah dipahami dan dapat di temukan sebuah solusi untuk memecahkan masalah suatu program.

Analisis Sistem Terstruktur adalah salah satu bentuk pendekatan formal yang pertama dalam sistem informasi. Analisis ini terfokus pada aliran data, proses bisnis dan perangkat lunak.

Analisis terstruktur adalah metode pemodelan klasik. Dimana analisis terstruktur ini merupakan aktifitas pembangunan model.

Adabeberapa pemodelan dalam analisis sistem terstruktur, diantaranya :

1. Pemodelan Fungsional (DFD)

2. Pemodelan Data (ERD)

II.II Pengertian Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen – komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen – komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut. DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. Huruf n dapat menggambarkan level dan proses di setiap lingkaran.

II.III Levelisasi DFD

1. Diagram Context

Diagram Context merupakan jenis data flow diagram tingkat atas (DFD Top Level), yaitu diagram yang paling rumit dari sebuah sistem informasi karena susunannya yang tidak detail menggambarkan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar sistem dan ke dalam dan ke luar entitas-entitas eksternal.

2. Diagram Level n

Diagram Level n merupakan hasil pengembangan dari Diagram Context ke dalam komponen yang lebih detail, diagram ini disebut juga dengan top-down partitioning. Jika kita melakukan pengembangan dengan benar, kita akan mendapatkan DFD-DFD yang seimbang. Dalam diagram n, DFD dapat digunakan untuk menggambarkan diagram fisik maupun diagram diagram logis.

–          DFD Fisik

DFD fisik adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukan entitas-entitas internal dan eksternal dari sistem tersebut, dan aliran-aliran data ke dalam dan keluar dari entitas-entitas tersebut. Entitas-entitas internal adalah personel, tempat (sebuah bagian), atau mesin (misalnya, sebuah komputer) dalam sistem tersebut yang mentransformasikan data. Maka DFD fisik tidak menunjukkan apa yang dilakukan, tetapi menunjukkan  dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sebuah sistem dilakukan. (Tidak Bahas).

–          DFD Logis

DFD logis adalah representasi grafik dari sebuah sistem yang menunjukkan proses-proses dalam sistem tersebut dan aliran-aliran data ke dalam dan ke luar dari proses-proses tersebut. Kita menggunakan DFD logis untuk membuat dokumentasi sebuah sistem informasi karena DFD logis dapat mewakili logika tersebut, yaitu apa yang dilakukan oleh sistem tersebut, tanpa perlu menspesifikasi dimana, bagaimana, dan oleh siapa proses-proses dalam sistem tersebut dilakukan.

Keuntungan dari DFD logis dibandingkan dengan DFD fisik adalah dapat memusatkan perhatian pada fungsi-funsi yang dilakukan sistem.

 

II.IV Komponen – komponen pada DFD

Adaterdapat 4 komponen dalam DFD, yaitu :

1. Terminator / Entitas Luar

Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.

2. Proses

Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang membutuhkan objek.

3. Data Store

Data store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file hardisk, fita meagnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder dan agenda, yang digambarkan dengan dua garis sejajar.

4. Alur Data

Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut:

a. Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada data store tersebut,

b. Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau keluaran yang disimpan pada data store tersebut,

c. Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan mengupdate data, menghapus atau mengubah data,

Suatu alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukan arah menuju ke dalam dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data / informasi dari satu bagian system ke bagian lainnya.

II.V Syarat – syarat pembuatan DFD

Syarat-syarat pembuatan DFD yang baik, dalam arti menyenangkan untuk dilihat dan mudah dibaca oleh pemakai adalah:

1. Pemberian nama untuk tiap komponen DFD.

2. Pemberian nomor pada komponen proses.

3. Penggambaran DFD sesering mungkin agar enak dilihat.

4. Penghindaran DFD yang rumit.

5. Pemastian DFD yang dibentuk itu konsisten secara logika.

 

II.VI Pengertian Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD adalah suatu bentuk model yang menjelaskan hubungan antar data yang berada didalam suatu basis data berdasarkan hubungan relasi antar objek – objek dasar.

ERD digunakan untuk memodelkan suatu struktur data dan menghubungkan antar data.

II. VII Mendesain ERD

Dalam mendesain ERD digunakan notasi dan simbol tertentu, yang umumnya terbagi menjadi 3 bagian diantaranya :

1. Entiti

Entiti atau Entitas merupakan suatu objek yang  mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari Entiti biasanya digambarkan dalam simbol persegi panjang.

2. Atribut

Dari setiap Entitas mempunyai sebuah elemen yang disebut Atribut,  yang fungsinya untuk menggambarkan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Simbol dari Entiti biasanya digambarkan dalam simbol elips.

3. Hubungan / Relasi

Relasi adalah hubungan dari sekumpulan entitas dari sebuah himpunan entitas yang berbeda. Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

Kesimpulan

Analisis Sistem Terstruktur adalah salah satu bentuk pendekatan formal yang pertama dalam sistem informasi, yang membantu dalam proses penguraian sebuah program secara detail sehingga lebih mudah dipahami dan dapat di temukan sebuah solusi untuk memecahkan masalah suatu program.

Pemodelan Fungsional (DFD) dan Pemodelan Data (ERD) adalah dua cara pemodelan dalam menganalisis system secara terstruktur. DFD menggambarkan komponen – komponen sebuah system dalam aliran-aliran data. DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. DFD terdiri dari 4 komponen, yaitu : Terminator, Proses, Data Store, dan Alur Data.

ERD menggambarkan suatu struktur data dan menghubungkan antar data. Dalam pendesainan ERD perlu menggunakan notasi dan simbol seperti Entity (Simbol : persegi panjang), Atribut (Simbol : Elips), dan Relasi (Gabungan Entity dan Atribut).

DAFTAR PUSTAKA

 

ahmadzainuri02.blogspot.com/2011/09/analisis-terstruktur.html

http://freezcha.wordpress.com/2010/02/27/data-flow-diagram-dfd/

blog.re.or.id/erd-entity-relationship-diagram.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s