Makalah 4 Perbedaan Sistem berorientasi objek dengan terstruktur

Standar

PERBEDAAN SISTEM BERORIENTASI OBJEK

DAN SISTEM TERSTRUKTUR

Disusun oleh :

Dodi Maulana Firmansyah

1IA01

Teknik Informatika

Universitas Gunadarma

Daftar Isi

Daftar Isi

Pendahuluan

Bab. I Pembahasan

II.I Sistem berorientasi objek

II.I.I Pengertian sistem berorietasi objek

II.I.II Sejarah singkat sistem berorietasi objek

II.I.III Konsep dasar sistem berorientasi objek

II.I.IV UML

II.II Sistem terstruktur

II.II.I Pengertian sistem terstruktur

II.II.II Sejarah singkat sistem terstruktur

II.II.III Konsep dasar sistem terstruktur

II.II.IV DFD

II.II.V ERD

II.III Perbedaan Sistem Berorientasi Objek dengan Sistem terstruktur

Kesimpulan

Daftar Pustaka

PENDAHULUAN

Sejak tahun 70-an para praktisi telah menciptakan dan mengembangkan metode – metode yang membantu seorang programmer baik yang pemula atau pun sudah professional dalam merancang suatu program, contohnya seperti sistem pemrograman berorientasi objek dan sistem pemrograman terstruktur.

Dari kedua metode tersebut, memiliki perbedaan dari berbagai macam sisi, dan memiliki keunggulan, kelemahan, dengan ciri khas masing – masing. Tingkat kesulitan dan kerumitannyapun berbeda. Oleh Karena itu, dalam makalah ini akan membahas tentang ciri khas masing – masing metode, dan menentukan perbedaan dari kedua metode sistem pemrograman tersebut.

BAB I. PEMBAHASAN

 

II.I Sistem Berorientasi Objek

II.I.I Pengertian sistem berorientasi objek

Sistem pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming (OOP) merupakan suatu bentuk pemodelan program yang diorientasikan dalam bentuk objek – objek. Semua kumpulan data dan fungsi dikelompokkan dalam kelas – kelas dan objek – objek yang berbeda – beda, dari setiap objek tersebut dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan antar objek yang 1 ke objek lainnya.

II.I.II Sejarah singkat sistem berorientasi objek

Sistem pemrograman berorientasi objek mulai dikenal sekitar tahun 1967, bermula dari munculnya bahasa SIMULA sebagai bahasa pemrograman pertama yang berkonsepkan OOP, bahasa ini dikembangkan oleh Kristen Nygard dan Ole-Johan  seorang warga Negara Norwegia. Semenjak kemunculan bahasa pemrograman SIMULA, Banyak bahasa pemrograman lainnya seperti bahasa SMALTAK pada tahun 70-an yang terinspirasi dari bahasa tersebut, dan menjadi bahasa pemrograman kedua yang berkonsepkan OOP, dalam bahasa pemrograman ini memperkenalkan konsep inherritance.

Kemudian konsep OOP semakin banyak dikembangkan oleh para praktisi, pada tahun 80-an muncul bahasa pemrograman C++ dan Eifle, pada tahun 1992 kembali muncul bahasa pemrograman baru yaitu Java, dan pada tahun 2002 salah satu perusahaan software terbesar dunia meluncurkan kembali bahasa pemrograman yang mendukung OOP yakni C# – dibaca C-sharp- dan memperbaharui bahasa visual basic.

II.I.III Konsep dasar sistem berorientasi objek

Konsep dasar dalam sistem berorientasi objek lebih ditekankan kedalam 5 konsep berikut :

–          Class (Kelas)

Kelas adalah kumpulan objek-objek yang mempunyai struktur umum, behavior umum, relasi umum, dan semantic (kata) yang umum. Pengelompokan class berdasarkan objek-objek dalam sequence diagram dan collaboration diagram. Sebuah class digambar seperti sebuah bujur sangkar dengan tiga bagian ruangan. Pemberian nama kelas sebaiknya menggunakan kata benda yang disesuaikan dengan kelompoknya.

–          Object (Objek)

Objek merupakan dasar struktur dalam sebuah program komputer berorientasi objek. Objek mengelompokkan data dan fungsi menjadi suatu unit dalam sebuah program komputer.

–          Abstraksi

Kemampuan sebuah program dalam melewati proses untuk mendapatkan informasi dari suatu objek atau sistem. Proses, fungsi atau metode dapat juga dibuat abstrak, dan beberapa teknik digunakan untuk mengembangkan sebuah pengabstrakan.

–     Enkapsulasi

Memastikan pengguna sebuah objek tidak dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak, hanya metode dalam objek tersebut yang diberi izin untuk mengakses keadaannya. Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung kepada representasi dalam objek tersebut.

–     Polimorfisme melalui pengiriman pesan

Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa orientasi objek dapat mengirim pesan,  metode tertentu yang berhubungan dengan sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesan tersebut dikirim.

II.I.IV UML

UML adalah bahasa yang dapat digunakan untuk spesifikasi, visualisasi, dan dokumentasi sistem berorientasi objek software pada fase pengembangan. UML merupakan unifikasi dari metode Booch, OMT, dan notasi Objectory, serta ide-ide terbaik metodologi lainnya seperti terlihat pada Gambar 1. Dengan menyatukan notasi metode-metode objek oriented tersebut, UML merupakan standar dasar dalam bidang analisis dan desain berorientasi-objek” (Quatrani, 1998).

UML menyediakan 10 macam diagram untuk memodelkan aplikasi berorientasi objek, yaitu:

–         Use Case Diagram untuk memodelkan proses bisnis.

–         Conceptual Diagram untuk memodelkan konsep-konsep yang ada di dalam aplikasi.

–         Sequence Diagram untuk memodelkan pengiriman pesan (message) antar objects.

–         Collaboration Diagram untuk memodelkan interaksi antar objects.

–         State Diagram untuk memodelkan perilaku objects di dalam sistem.

–         Activity Diagram untuk memodelkan perilaku Use Cases dan objects di dalam system.

–         Class Diagram untuk memodelkan struktur kelas.

–         Object Diagram untuk memodelkan struktur object.

–         Component Diagram untuk memodelkan komponen object.

–         Deployment Diagram untuk memodelkan distribusi aplikasi.

II.II Sistem Terstruktur

II.II.I Pengertian sistem terstruktur

Definisi sistem pemrograman terstruktur adalah proses menguraikan dan mengorganisasikan sebuah program secara detail sehingga lebih mudah dipahami, mudah test dan mudah untuk dimodifikasi.

Sistem Pemrograman terstruktur adalah salah satu bentuk pendekatan formal yang pertama dalam sistem informasi, analisis ini terfokus pada aliran data, proses bisnis dan perangkat lunak. Metode ini adalah pemodelan klasik, dimana analisis terstruktur ini merupakan aktifitas pembangunan model.

II.II.II Sejarah singkat sistem terstruktur

Sistem pemrograman terstruktur pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Edsgar W. Dijkstra dari University of Eindhoven, Netherland pada tahun 1965 pada saat konfrensi NATO mengenai software engineering.

Beliau mengusulkan melalui papernya yang menyatakan bahwa pernyataan GOTO seharusnya tidak dipergunakan didalam pemrograman terstruktur, Namun pernyataan tersebut mendapatkan tanggapan dari HD. Milis yang beranggapan bahwa pemrograman terstruktur seharusnya tidak semata – mata dihubungkan dengan tidak digunakannya pernyataan GOTO, tetapi oleh strukturnya. Struktur program itulah yang menentukan program terstruktur, baik menggunakan GOTO atau tidak.

Kedua pernyataan tersebut pada dasarnya mengemukakan teknik pemrograman terstruktur. Setiap teknik yang dikembangkan sudah pasti memiliki tujuan tertentu.

II.II.III Konsep dasar sistem terstruktur

  1. Mengandung teknik pemecahan masalah yang tepat dan benar ( top-down , bottom-up, modular)
  2. Memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar dan efektif
  3. Penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami
  4. Program hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu : Struktur berurutan, struktur seleksi, dan struktur pengulangan
  5. Menghindari penggunaan pernyataan GOTO, yang akan menjadikan program tidak terstruktur dengan baik
  6. Biaya pengujian yang dibutuhkan rendah
  7. Memiliki dokumentasi yang baik
  8. Biaya perawatan dan dokumentasi yang rendah.

II.II.IV DFD

Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah sistem. DFD menggambarkan komponen – komponen sebuah sistem, aliran-aliran data di mana komponen – komponen tersebut, dan asal, tujuan, dan penyimpanan dari data tersebut. DFD dapat digambarkan dalam Diagram Context dan Level n. Huruf n dapat menggambarkan level dan proses di setiap lingkaran.

Adaterdapat 4 komponen dalam DFD, yaitu :

1. Terminator / Entitas Luar

Terminator mewakili entitas eksternal yang berkomunikasi dengan sistem yang sedang dikembangkan. Terdapat dua jenis terminator yaitu terminator sumber (source) dan terminator tujuan (sink). Terminator dapat berupa orang, organisasi, departemen didalam organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem.

2. Proses

Proses diberi nama untuk menjelaskan proses atau kegiatan apa yang sedang atau akan dilaksanakan. Pemberian nama proses dilakukan dengan menggunakan kata kerja yang membutuhkan objek.

3. Data Store

Data store digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data. Data store ini biasanya berkaitan dengan penyimpanan-penyimpanan, seperti file atau database yang berkaitan dengan penyimpanan secara komputerisasi, misalnya file disket, file hardisk, fita meagnetik. Data store juga berkaitan dengan penyimpanan secara manual seperti buku alamat, file folder dan agenda, yang digambarkan dengan dua garis sejajar.

4. Alur Data

Alur data yang menghubungkan data store dengan suatu proses mempunyai pengertian sebagai berikut:

a. Alur data yang berasal dari data store, berarti proses membutuhkan data yang berada pada data store tersebut,

b. Alur data yang menuju ke data store, berarti suatu proses akan menghasilkan output atau keluaran yang disimpan pada data store tersebut,

c. Alur data yang berasal dan yang menuju ke data store berarti suatu proses akan mengupdate data, menghapus atau mengubah data,

Suatu alur data digambarkan dengan anak panah, yang menunjukan arah menuju ke dalam dan keluar dari suatu proses. Alur data ini digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data / informasi dari satu bagian system ke bagian lainnya.

II.II.V ERD

ERD adalah suatu bentuk model yang menjelaskan hubungan antar data yang berada didalam suatu basis data berdasarkan hubungan relasi antar objek – objek dasar.

Dalam mendesain ERD digunakan notasi dan simbol tertentu, yang umumnya terbagi menjadi 3 bagian diantaranya :

1. Entiti

Entiti atau Entitas merupakan suatu objek yang  mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain (Fathansyah, 1999: 30). Simbol dari Entiti biasanya digambarkan dalam simbol persegi panjang

2. Atribut

Dari setiap Entitas mempunyai sebuah elemen yang disebut Atribut,  yang fungsinya untuk menggambarkan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Simbol dari Entiti biasanya digambarkan dalam simbol elips

3. Hubungan / Relasi

Relasi adalah hubungan dari sekumpulan entitas dari sebuah himpunan entitas yang berbeda. Relasi yang terjadi diantara dua himpunan entitas (misalnya A dan B) dalam satu basis data yaitu :

1). Satu ke satu (One to one)

Hubungan relasi satu ke satu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B.

2). Satu ke banyak (One to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat berhubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3). Banyak ke banyak (Many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.

II.III Perbedaan Sistem Berorientasi Objek dengan Sistem Terstruktur

  1. Sistem pemrograman berorientasi objek, bentuk pemodelan programnya diorientasikan dalam bentuk objek – objek, sedangkan Sistem pemrograman terstruktur pemodelan programnya diuraikan dan diorganisasikan secara lebih detail.
  2. Konsep dasar pemrograman berorientasi objek dikelompokkan kedalam kelas, objek, abstraksi, enkapulasi dan Polimorfisme melalui pengiriman pesan, sedangkan konsep dasar pemrograman terstruktur harus mengandung teknik pemecahan masalah yang tepat dan benar, memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar dan efektif, penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami, program hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu : Struktur berurutan, struktur seleksi, dan struktur pengulangan, Menghindari penggunaan pernyataan GOTO, Memiliki dokumentasi yang baik.
  3. UML adalah contoh salah satu bahasa pemrograman yang berkonsepkan OOP, sedangkan DFD dan ERD adalah contoh bahasa pemrograman yang berkonsepkan pemrograman secara terstruktur.

KESIMPULAN

 

Dalam pemodelan suatu program kita dapat menggunakan metode – metode yang telah diciptakan dan dikembangkan oleh praktisi, seperti sistem pemrograman berorientasi objek dan sistem pemrograman terstruktur.

Pada masing – masing metode memiliki keunggulan dan kelemahan masing – masing, penggunaan sistem pemrograman berorientasi objek lebih diperuntukan untuk pemula, karena dari bentuk pemodelan, tools, dan bentuk bahasa pemrograman yang lebih sederhana dan tidak terlalu rumit, sedangkan penggunaan sistem pemrograman secara terstruktur lebih diperuntukan bagi seorang programmer yang sudah professional, karena dalam pembuatan programnya harus dirincikan dalam bentuk alur data yang lebih spesifik dan lebih rumit.

DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

myblogar.blogspot.com/2011/02/perbedaan-pemrograman-terstruktur.html?m=1 

ahmadzainuri02.blogspot.com/2011/09/analisis-terstruktur.html

freezcha.wordpress.com/2010/02/27/data-flow-diagram-dfd/

blog.re.or.id/erd-entity-relationship-diagram.htm

id.wikipedia.org/wiki/Pemrograman_berorientasi_objek

id.wikipedia.org/wiki/UML

iratyasningrum-uml.blogspot.com/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s